photo Nirwana-Bannerm_zpsfb61fe90.jpg

Rabu, Februari 05, 2014
0

A.Biografi Stephen Hawking
           Stephen William Hawking atau yang lebih dikenal dengan Stephen Hawking merupakan seorang ilmuwan astrofisika yang lahir di Britania Raya, 8 Januai 1942. Hawking juga dikenal sebagai seorang profesor Lucasian dalam bidang matematika di Universitas Cambridge dan anggota dari Gonville and Caius College, Cambridge. Ia merupakan anak dari pasangan Dr. Frank Hawking, seorang biolog, dan Isobel Hawking. Stephen Hawking memiliki dua saudara kandung, Philippa dan Mary serta satu saudara adopsi, Edward. Hawking  mengenyam pendidikan di St. Albans High School for Girls pada tahun 1950-1953. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di University College, Oxford untuk mempelajari ilmu pengetahuan alam dengan mengambil spesialisasi dalam bidang fisika. Ilmuwan yang mengalami tetraplegia (kelumpuhan) ini berhasil menyelesaikan studinya dengan meraih gelar B.A. di tahun 1962. Setelah menerima gelar B.A., ia tetap tinggal untuk mempelajari astronomi. Ia memilih pergi ketika mengetahui bahwa mempelajari bintik matahari tidak sesuai untuknya dan Hawking lebih tertarik pada teori daripada observasi. Hawking lalu masuk ke Trinity Hall, Cambridge. Ia mempelajari astronomi teoretis dan kosmologi.

                 Tahun 1965 Hawking menikah dengan salah seorang murid bahasa bernama Jane Wilde dan dikaruniai tiga orang anak, Robert, Lucy, dan Timothy. Pada tahun 1985, Hawking yang menderita kelumpuhan, mengidap penyakit lain, yaitu pneumonia dan harus dilakukan trakeostomi sehingga ia tidak dapat berbicara sama sekali. Seorang ilmuwan Cambridge membuat alat yang memperbolehkan Hawking menulis apa yang ingin ia katakan pada sebuah komputer, yang kemudian pernyataan-pernyataannya akan dilafalkan melalui sebuah voice synthesizer'. Namun di tahun 1991 Hawking bercerai dari istrinya karena kelumpuhan yang semakin parah. Hawking menikah untuk yang kedua kalinya pada tahun 1995 dengan perawatnya yang bernama Elaine Mason yang juga berakhir dengan perceraian di tahun 2006.
           Dalam segi agama, mantan istri Hawking, Jane saat perceraian pernah menyatakan bahwa Hawking merupakan seorang yang ateis. Hawking menyatakan bahwa ia "tidak religius secara akal sehat" dan ia percaya bahwa "alam semesta diatur oleh hukum ilmu pengetahuan. Hukum tersebut mungkin dibuat oleh Tuhan, tetapi Tuhan tidak melakukan intervensi untuk melanggar hukum." Hawking yang membandingkan agama dan ilmu pengetahuan pada tahun 2010, menyatakan: "Terdapat perbedaan mendasar antara agama, yang berdasarkan pada otoritas, dan ilmu pengetahuan, yang berdasarkan pada observasi dan alasan. Ilmu pengetahuan akan menang karena memang sudah terbukti.” Pernyataan inilah yang mengakibatkan Hawking dikenal sebagai ilmuwan yang penuh kontroversi. Julukan tersebut tak lantas menghentikan langkah Stephen Hawking dalam menciptakan karya bahkan teori-teori dalam bidang ilmu pengetahuan. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui penghargaan-penghargaan yang berhasil ia peroleh, di antaranya :
•1975 Eddington Medal
•1976 Hughes Medal of the Royal Society
•1979 Albert Einstein Medal
•1981 Franklin Medal
•1982 Order of the British Empire
•1985 Gold Medal of the Royal Astronomical Society
•1986 Anggota Pontifical Academy of Sciences
•1988 Wolf Prize dalam bidang fisika
•1989 Prince of Asturias Awards in Concord
•1989 Companion of Honour
•1999 Julius Edgar Lilienfeld Prize of the American Physical Society
•2003 Michelson Morley Award of Case Western Reserve University
•2006 Copley Medal of the Royal Society
•2008 Fonseca Price of the University of Santiago de Compostela
•2009 Presidential Medal of Freedom


B.Pemikiran-pemikiran Stephen Hawking
          Sebagai seorang ilmuwan, Hawking telah berjasa dalam menyumbangkan teori-teori dalam bidang fisika, seperti kosmologi, radiasi hawking, gravitasi kuantum, dan teori lubang hitam atau yang dikenal dengan black hole. Pada awal 1970-an, teori lubang hitam mengalami masanya. Lubang hitam (black hole) adalah istilah yang ditemukan kosmolog AS, John Wheeler (1969), untuk “bintang-bintang yang mengalami keruntuhan gravitasi sempurna”. Sebagai seorang yang bukan matematikawan murni, Hawking menerapkan teknik matematika yang diperkenalkan Roger Penrose untuk mempelajari lubang hitam. Hawking melahirkan Hukum Pertambahan Luas pada permukaan lubang hitam yang berbunyi :
          “Luas permukaan suatu lubang hitam hanya dapat tetap sama atau bertambah, tetapi tidak pernah berkurang."  --Hukum Pertambahan Luas Lubang Hitam (Stephen W. Hawking)--
              Namun Jacob Bekenstein, seorang mahasiswa pascasarjana yang dibimbing John Wheeler, berpendapat bahwa lubang hitam mempunyai entropi (ketidak teraturan) sebagai banyaknya kemungkinan dalam melakukan penyusunan molekul dan ini mungkin berkaitan dengan hukum pertambahan luas permukaan lubang hitam yang ditunjukkan Hawking. Bekenstein lalu menulis makalah singkat yang mengidentifikasi luas permukaan lubang hitam sebagai entropi lubang hitam. Menyikapi pertanyaan Bekeinstein, Hawking kemudian melakukan penelitian dan penafsiran ulang mengenai teorinya. Dalam hal ini, Hawking kemudian muncul dengan kesimpulan baru yakni bahwa :
           “lubang hitam tidak sepenuhnya hitam, tapi memancarkan radiasi”
             --Teori Lubang Hitam (Stephen W. Hawking)--
           Pernyataan tersebut memberikan kesimpulan yang membenarkan pernyataan Bekenstein. Jadi, lubang hitam tidak hanya mempunyai entropi, tapi juga suhu, dan mematuhi hukum termodinamika klasik yang ditemukan Boltzmann pada akhir abad ke-19. Dalam teori tersebut ia menjelaskan bahwa selain dimensi yang kita tempati sekarang ini, di jagat raya yang tak terhingga luasnya ini juga terdapat dimensi-dimensi lainnya. Kita juga bisa pergi ke dimensi tersebut melalui lubang hitam bagaikan dua titik yang terdapat pada suatu kertas pada titik yang berlainan. Apabila kertas tersebut dilipat, kedua titik tersebut akan berhimpit menjadi satu yang menggambarkan bahwa ternyata lubang hitam dapat menjadi penghubung ke dimensi lainnya.
Selain teori lubang hitam, Hawking juga sempat menulis beberapa buku, di antaranya buku yang berjudul A Brief History of Time dan The Grand Design. Melalui karya-karya yang ia tuangkan dalam buku-buu tersebut, Hawking mulai dikenal sebagai ilmuwan yang penuh kontroversi. Julukan tersebut dilatar belakangi oleh pernyataan-pernyataannya yang tercantum di dalam buku-buku tersebut.

C.Karya-karya yang Berisi Pemikiran-pemikiran Stephen Hawking yang Penuh Kontroversi
A Brief History of Time§
           A Brief History of Time  merupakan buku yang ditulis oleh Hawking, berisi asl-usul pembentukan alam semesta yang berawal dari big bang dan berakhir dalam lubang hitam. Buku ini diterbikan pada tahun 1988,. Prof Hawking tidak menafikkan kemungkinan turut campurnya Tuhan dalam penciptaan dunia. Namun Tuhan yang disebutkan Hawking mempunyai pemahaman yang berbeda, sebab ia menggunakan kata "Tuhan" (secara metaforis) untuk menggambarkan poin dalam buku-buku dan pidatonya (wikipedia). Salah satu pernyataannya tentang Tuhan dalam buku ini adalah :
       "Jika kita menemukan sebuah teori yang lengkap, maka hal tersebut menjadi kemenangan nalar manusia. Oleh sebab itu, kita akan mengenal Tuhan."
             Hawking dianggap sebagai seorang yang teologis atau agnotisisme, yakni suatu aliran yang memiliki suatu pandangan filosofis bahwa suatu nilai kebenaran dari suatu klaim tertentu yang umumnya berkaitan dengan teologi, metafisika, keberadaan Tuhan, dewa, dan lainnya tidak dapat diketahui dengan akal pikiran manusia yang terbatas. Seorang agnostik mengatakan bahwa adalah tidak mungkin untuk dapat mengetahui secara definitif pengetahuan tentang "Yang-Mutlak"; atau dapat dikatakan juga, bahwa walaupun perasaan secara subyektif dimungkinkan, namun secara obyektif pada dasarnya mereka tidak memiliki informasi yang dapat diverifikasi. Oleh sebab itu, Hawking beranggapan bahwa agama hanyalah suatu interpretasi sehingga bersifat subyektif  sedangkan teori pengetahuan adalah sebuah hasil pembuktian sehingga lebih obyektif dan masuk akal. Ia mengatakan dalam bukunya bahwa :
         "alam semesta diatur oleh hukum ilmu pengetahuan. Hukum tersebut mungkin dibuat oleh Tuhan, tetapi Tuhan tidak melakukan intervensi untuk melanggar hukum."
           Berdasarkan pernyataan tersebut, Hawking memberikan kesimpulan bahwa tidak ada kekuatan ilahiyah yang dapat menjelaskan mengapa alam semesta ini terbentuk. Dan yang dapat menjelaskan hanyalah ilmu pengetahuan yang merupakan hasil pembuktian yang masuk akal.
The Grand Design§
     Selain pemikiran yang ia cantumkan di dalamnya buku pertamanya “The History of Time”, Hawking bersama dengan fisikawan AS, Leonard Mlodinow menyusun sebuah buku lain yang berjudul The Grand Design yang terbit di Amerika pada 7 Sepetember 2010. Buku ini juga tidak berbeda dengan buku sebelumnya, di mana Hawking menyampaikan pandangan kontroversinya dengan menyatakan bahwa alam semesta tercipta tanpa campur tangan Tuhan. Ia menulis Teori M yang dapat menjelaskan penciptaan alam semesta karena adanya hukum gravitasi. Pernyataan lengkapnya dalam buku “The Grand Design” adalah sebagai berikut
           "Karena adanya hukum seperti gravitasi, tata surya dapat dan akan membentuk dirinya sendiri. Penciptaan spontan adalah alasannya mengapa sekarang ada 'sesuatu' dan bukannya kehampaan, mengapa alam semesta ada dan kita ada. Tidak perlu membawa-bawa Tuhan seolah-olah Ia yang memicu terciptanya alam semesta”.
      Dalam buku yang bertajuk, The Grand Design, terdapat pula 8 hal yang mengejutkan yang berisi jawaban atas petanyaan mengenai asal-usul alam semesta, di antaranya :
1.Masa lalu adalah kemungkinan
     Menurut Hawking dan Mlodinow, mekanika kuantum berhubungan dengan sifat alam dan energi, jika tidak dipaksa memilih, maka hal itu akan menggantung pada ketidakpastian. Bagaimanapun cara kami meneliti masa kini, masa lalu dan masa depan itu tak pasti dan hanya ada pada spektrum kemungkinan.
2.Kekuatan cahaya
     Fakta lucunya, sebuah lampu malam 1 watt memancarkan bermiliar-miliar foton tiap detiknya. Foton ini seperti paket cahaya yang mendekat. Membingungkannya, foton bertingkah seperti partikel dan gelombang.
3.Teori segala sesuatu
      Menurut Hawking dan Mlodinow, jika ada teori segala sesuatu yang mampu menggambarkan seluruh semesta, teori itu adalah Teori M. Teori M merupakan model yang memiliki semua properti yang dulunya kita kira teori final, katanya. Satu konsekuensi teori ini, semesta tak hanya satu dan memiliki banyak saudara dengan hukum fisik dan properti berbeda.
4.Relativitas umum
        Jika banyak yang mengira relativitas umum hanya berlaku pada benda super besar di luar kehidupan normal, seperti galaksi dan lubang hitam, sebenarnya membengkokkan ruang waktu dapat mempengaruhi hal-hal yang kita tahu dan gunakan. Jika relativitas umum tak diperhitungkan dalam sistem navigasi satelit GPS, eror dalam posisi global akan terakumulasi sekitar 10 kilometer tiap harinya, kata buku itu.
5.Ikan tertindas
         Beberapa tahun lalu di kota Monza di Italia, seorang pemilik ikan emas dipenjara. Hukum ini dimaksudkan guna melindungi ikan dari sifat alami realitas. Hawking dan Mlodinow membahas hal ini untuk menunjukkan bahwa tak mungkin mengetahui sifat alami realitas.
6.Pythagoras mencuri kredit
           Penulis berusaha menegaskan matematikawan Yunani Pythagoras bukan penemu teori Pythagoras. Formula yang menggambarkan hubungan tiga sisi segitiga (a2 + b2 = c2) ternyata telah diketahui lebih dulu. Kaum Babel telah mendokumentasikan ide dasar tablet matematika kuno sebelum Pythagoras muncul pada 570 sebelum masehi.
7.Partikel dasar tak pernah kesepian
          Partikel dasar pembangun blok proton dan netron selalu muncul berkelompok, tak pernah sendirian. Tampaknya, kekuatan pengikat partikel dasar meningkat ketika jarak semakin jauh. Maka dari itu, tak pernah ada partikel dasar bebas ditemui. Proton dan netron sendiri terbuat dari tiga partikel dasar.
8.Semesta adalah pencipta dirinya sendiri
           Pernyataan paling dibicarakan dalam buku ini adalah kita tak butuh Tuhan untuk menjelaskan apa yang memicu penciptaan semesta. Tak perlu memohon pada Tuhan untuk membuat semesta, tulis Hawking dan Mlodinow. Gantinya, sains akan menjelaskan awal mula semesta. Karena ada hukum gravitasi, semesta dapat dan akan tercipta dengan sendirinya.(wikipedia/inilah).
    Semua pernyataan yang Hawking sampaikan dalam buku-bukunya memicu terjadinya kritik keras dari orang-orang yang memiliki latar belakang agama yang kuat. Mereka secara terang-terangan menolak pernyataan Hawking dan mempercayai keberadaan Tuhan yang mengatur dan mencipta alam semesta ini.

0 komentar:

Posting Komentar