photo Nirwana-Bannerm_zpsfb61fe90.jpg

Sabtu, November 03, 2012
0
LAMONGAN – Ratusan anggota PMII Komisariat Unisda Lamongan berunjuk rasa ke DPRD meminta wakil rakyat ikut campur tangan dalam mengatasi tentang masih beredarnya Raskin  berkualitas rendah dan berkutu, Jumat (2/11/2012) siang.

Ratusan aktivis PMII Komisariat Unisda Lamongan memblokir jalan Basuki Rahmad hingga hampir satu setengah dengan cara duduk melingkar sembari berorasi. Aksi massa PMII ini dilakukan para mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) agar wakil rakyat mau menerima mereka dan memperhatikan peredaran Raskin di Lamongan.

Massa  juga menuntut DPRD agar mengawasi kinerja Bulog, melakukan kerjasama  dengan pihak terkait untuk perbaikan. Dan mengganti Kepala Gudang Bulog Lamongan dan Babat. “Sampai hari ini kami PMII Lamongan masih saja menemukan Raskin yang tidak berkualitas dan tidak layak konsumsi. "Padahal kita sudah beberapakali memberi masukan ke Bulog,”tegas Ketua Komisariat Unisda Lamongan Agus M. Harisuddin dalam orasinya.

Kedatangan massa PMII ini semula dihadang sejumlah petugas dari Polres dan Satpol PP ketika massa hendak masuk melalui pintu gerbang utama sisi utara. Pendemo mengungkapkan, berdasarkan temuan dan laporan yang didapat PMII dari masyarakat, kualitas beras yang diserahkan ke masyarakat miskin tidak sesuai standar, seperti yang tertuang dalam Inpres nomor 03 tahun 2012 tentang kebijakan pengadaan gabah / beras dan penyaluran oleh pemerintah.

“Persoalan ini  muncul diduga karena ada kong- kalikong antara Bulog dengan mitra,”tegas Agus.

Tak sabar mereka hanya bisa berorasi di depan pintu gerbang, sebagian diantara mereka, Febri, menaiki pintu pagar dan berorasi yang membuat seorang anggota Polri Brigadir Moh Syuaib harus repot – repot membujuknya turun dari atas pagar.

“Silakan bapak polisi keluar dari dalam barisan kami, kalau tidak ingin ada kekacuan. Silakan keluar,”tegas Febri.

Massa bergerak mencoba merangsek ke pintu pagar untuk masuk ke gedung DPRD. Namun petugas gabungan Polri dan Satpol PP melarangnya. Ketua PMII Cabang Lamongan, Benu Nuharto lama  bernegosiasi dengan petugas hingga akhirnya perwakilan PMII diterima Komisi B yang membidangi.

Usai pertemuan antara perwakilan dengan anggota  Komisi B, sejumlah anggota DPRD  Komisi B, Nisbianto dan  Sanusi akhirnya menemui massa yang menuggu di depan pintu gerbang.

Intinya, Komisi B akan menindaklanjuti  temuan PMII yang dilaporkan ke DPRD dan hendak memanggil Kabulog Divre III Bojonegoro.”Mari kita kawal bersama peredaran Raskin di Lamongan ini,”kata Nisbianto.

Sementara itu akibat jalan Basuki Rahmad diblokir massa PMII, arus dari timur dan barat dialihkan ke utara. Banyak pengguna jalan yang kelabakan akibat perpindahan arus tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar