photo Nirwana-Bannerm_zpsfb61fe90.jpg

Jumat, Mei 16, 2014
0


Cyber Komunis Lamongan, Lamongan - Bersamaan dengan Hari Peduli Sampah 2014, Senin (24/2) dilakukan Peresmian Koperasi Sentral Bank Sampah dan Pencanangan 100.000 Biopori Mandiri di Lamogan. Kegiatan itu dihadiri oleh Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pengelolaan Bahan Beracun Berbahaya (B3) Limbah B3 dan Sampah, Rasio Ridho Sani bersama Ketua Dewan Pertimbangan Adipura, Sarwono Kusumaadmaja.
Kehadiran Rasio Ridho Sani sore itu mewakili Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya yang berhalangan hadir karena dipanggil Presiden RI untuk mengikuti rapat bersama DPR RI. Sebelum meresmikan Koperasi Produksi Bank Sampah yang dilaksanakan di Koperasi Produksi Bank Sampah Harapan Jaya RT 2 RW 2, Demangan Tengah, Kelurahan Sidoharjo, rombongan disambut Bupati Fadeli di Guest House setempat.
Tak sendiri, Rasio Ridho Sani didampingi oleh Duta Lingkungan Hidup Tasya Kamila, Miss Earth Indonesia 2013 Nita Sofiana serta Walikota Kendari, Asrun dan Pekan Baru, Firdaus.
Fadeli menyampaikan bahwa di tahun 2013 ini Lamongan telah mencapai banyak kemajuan dan penghargaan.
“Pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi Lamongan naik dari 7,02% menjadi 7,12%, di bidang pendidikan tingkat kelulusan mencapai 100 % pada SD dan SMP, serta 99,96% pada SMA. Sedangkan indeks pembangunan manusia atau (IPM) menjadi 70,76 naik dari sebelumnya yang 70,13. Dan di bidang lingkungan hidup Kabupaten Lamongan menjadi satu-satunya kota kecil perah penghargaan Adipura Kencana”, ungkapnya saat di Guest House.
Fadeli juga mengungkapkan targetnya di tahun 2014 yakni menjadikan Kabupaten Lamongan sebagai kota warna-warni bunga dan merdeka dari sampah yang didukung dengan ruang terbuka hijau (RTH) privat 30-40%, kader lingkungan sebanyak 7.445 orang, bank sampah sebanyak 525 unit dan pengelolaan sampah dengan 3R (reduce, reuse, recycle) sebanyak 40%.
Ditambahkannya, meskipun sampai saat ini biopori mandiri yang sudah terpasang masih berkisar 3.387 unit, dengan sumur resapan sejumlah 179 unit, dia menargetkan akan ada 100.000 biopori mandiri sampai akhir tahun 2014 ini.
Rasio Ridho Sani dalam sambutannya sangat mengapresiasi gaya kepemimpinan Fadeli yang disebutnya sebagai Leading by Example.
“Bapak Bupati Lamongan telah mengajarkan kepada kita bagaimana cara memimpin dengan memberikan contoh (Leading by example) yang mampu mengubah perilaku masyarakat sehingga peduli dengan lingkungan”, ujarnya.
Menurut dia, Kabupaten Lamongan menjadikan sampah sebagai komoditas untuk membangun daerahnya. Melalui bank sampah, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. “ Dengan lingkungan, air dan udara yang bersih akan meningkatkan kesehatan dan pendidikan rakyatnya yang dapat dilihat dari IPM. Dan beliau yakin program Indonesia bersih tahun 2020 akan tercapai 100% di Lamongan”, imbuhnya.
Sementara terkait ditunjuknya Kota Soto ini sebagai wakil Indonesia di ajang the 3rd ASEAN Environmentally Sustainable City (ESC) Award, Rasio Ridho Sani mengaku cukup optimis. Yakni Sebuah kompetisi bidang lingkungan hidup untuk kota yang menerapkan konsep green city tingkat Asean. Dia menyebut Lamongan punya keunikan tersendiri.
Setelah dari Guest House rombongan diajak menuju Koperasi Produksi Bank Sampah Harapan Jaya untuk secara simbolis menyerahkan akte pendirian badan hokum kepada koperasi bank sampah secara cuma-cuma . Disana Tasya Kamila menghibur masrarakat sekitar dengan menyanyikan lagu Aku Bisa dan Anak Gembala.
“Aku tresno karo Lamongan. Di sini ternyata lingkungannya apik tenan.Saya rasa lamongan memang pantas jadi Kota Adipura Kencana. Tetap semangat, tetap yakin bisa pertahankan adipura kencana, menuju lamongan kota Green and Clean”, katanya. [Fbi/Ning]

0 komentar:

Posting Komentar